Tuesday, December 22, 2015

PT BARALIPS



PSIKOLOGI MANAJEMEN


di susun oleh :
Bonita Aviana
11513779
3PA10




Depok
2015

PT. BARALIPS

            Perusahaan Baralips ini awalnya yaitu merupakan sebuah industri rumahan di Banyuwangi pada Tahun 1991, pendiri Baraaalips ini yaitu Caviana Hanita memulai usaha lipstiknya dengan memproduksi lipglosh dengan bahan bahan alami dan menjualnya jika ada yang memesan saja. Tahun 2000 hijrah ke Jakarta dan memulai usaha kecilnya di jalan Randu No 20  dengan 5 orang karyawan. Baralips mengeluarkan produk baru yaitu lipice lipstick dengan sensasi dingin yang bertahan lama dan cukup dimininati. Tahun 2004 mendirikan Pabrik lipstick yang dinamakan Baralips karena sang pemilik PT menyukai nama Barbara dan lips itu yang berarti bibir. Kini Baralips menempati lahan dengan luas 520,211 meter persegi di Jl. Randu Jakarta timur dan mempunyai 2000 kariawan diperusahaannya. Baralips tampil sebagai merk lipstick yang ternama dan diminati banyak orang. Baralips kini dapat menyaingi merk lipstick terkenal dan mengeluarkan produk bermutu tinggi halal dan dibuat dengan bahan alami sehingga aman untuk diguinakan para remaja sampai ibu hamil dan menyusui.       Pada tahun 2010  Caviana Hanita menyadari bahwa kondisi ini akan terus standar jika tidak melakukan transformasi. Bercermin dari perusahaan lipstick yang lebih maju pesat, Caviana Hanita mencoba mengaplikasikan hal yang sama untuk perusahaan lipstick  yang dikelolanya bahwa lipstick  harus menjadi produk yang aman, dan menciptakan warna serta aroma yang menarik dan pengemasan yang lucu sehingga lebih menarik . Pada tahun 2012 dibangunlah pabrik lipstick dengan sertifikasi industri kosmetik disertai laboratorium standarisasi untuk mengecek keamanan lipstick sebelum sampai ketangan konsumen .lipstik ini juga mengantongi logo halal dan izin BPOM . Pada tahun 2015 Baralips menjadi perusahaan yang go public dan menjadi perusahaan terbuka bagi para pelajar ataupun mahasiswa yang ingin melakukan studi banding mengenai PT Baralips tersebut. Keterbukaan ini merupakan sebuah point tersendiri dari perusahaan karena disinilah Caviana Hanita berargumen bahwa semakin banyak orang yang mengetahui PT Baralips ini maka semakin dicintai dan semakin dekat pula PT Baralips dengan masyarakat.
            Kesuksesan pabrik kosmetik baralips ini tidak lepas dari peran semua departemen yang berperan sangat penting bagi kesuksesan perusahaan kosmetik Baralips seperti departemen keuangan, departemen pemasaran, departemen operasional, dan departemen SDM nya. Dalam bidang departemen SDM yang dipimpin langsung oleh Candra handika. Candra Handika berspekulasi bahwa kreativitas SDM begitu berperan sangat penting dalam mengsukseskan pabrik kosmetik ini. Pembangunan pabrik disertai alat-alat yang lengkap, bukan satu – satunya usaha jamu ini. Alat – alat tersebut hanya menyumbang penelitian sebanyak 25%, sisanya merupakan kreativitas dari sumber daya manusia. Kenapa demikian karena alat tidak dapat menghasilkan apa – apa tanpa kreativitas manusia saat menggunakannya seperti, apa yang harus diteliti, bagaimana menelitinya, bagaimana mengembangkannya dan bagaimana solusinya hal tersebut hanya dapat dilakuan oleh manusia bukan alat.
            Peran manajer SDM disini tidak hanya merekrut karyawan baru dan mengawasi kinerja setiap karyawan yang ada tetapi juga perlu bertanggung jawab dalam mengoptimalkan dan menambah kemampuan karyawannya supaya karyawan dalam PT YAKUSA tersebut tidak hanya menjadi karyawan yang rendahan tetapi menjadi karyawan yang mempunyai keahlian. Dengan cara melakukan program pelatihan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Pelatihan ini diberi nama yaitu “Pelatihan Aktualisasi dan Sinergi Karyawan PT BARALIPS”. Pada dasarnya departemen yang memiliki tanggung jawab besar terhadap maju tidaknya suatu perusahaan terdapat pada departemen SDM, sebab apabila manajer SDM tersebut tidak dapat mengoptimalkan perannya maka perusahaan jamu ini akan menjadi perusahaan yang tidak sehat dan fatalnya perusahaan ini akan kalah saing karena mempunyai masalah terhadap karyawannya. Maka dari itu peran dari Candra Handika sebagai manajer SDM sangat dibutuhkan dalam memajukan PT BARALIPS ini.
            Training ini mempunyai harapan yaitu dimana semua karyawan yang sudah melakukan training ini dapat meningkatkan kemampuan kinerja karyawan, supaya mampu untuk mengoptimalan alat – alat yang ada agar proses dalam bekerja dapat optimal dan timbul kreativitas dari para karyawan. Kemudian meningkatkan pendewasaan emosional terhadap para karyawan, supaya terwujudnya karyawan yang peka akan lingkungan kerjanya dan menurunkan sikap arogansi para karyawan dalam bekerja, lalu memotivasi karyawan agar tingkat semangat karyawan dalam bekerja tetap terjaga. Kemudian membangun kekompakan antar karyawan sebab kekompakan inilah yang menjadi titik sentral supaya tidak timbul kesalahan – kesalahan yang sepele dalam bekerja.

            Training ini biasa dilakukan oleh manajemen SDM sebanyak dua kali dalam setahun, bulan yang sering dijadikan waktu untuk mentraining para karyawan PT BARALIPS yaitu pada bulan Juni dan di bulan Desember, training ini sudah menjadi agenda rutin tahunan yang diberikan untuk karyawan karena mengingat dari tema training yang diberikan manajer SDM yaitu “Pelatihan Aktualisasi dan Sinergi Karyawan PT BARALIPS”. sehingga wajib bagi seluruh karyawan untuk mengikuti training tersebut. Training ini dilakukan selama 3 hari yang biasanya dilakukan pada hari jum’at, sabtu serta hari minggu, dan prosesnya dilakukan secara bergantian supaya tidak terjadi kekosongan tenaga kerja dalam melakukan produksi jamu dalam PT BARALIPS untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi baik pasar dalam negeri maupun pasar manca negara. Rundown Training PT BARALIPS yaitu seperti dibawah ini :

JUM’AT
JAM
MATERI
METODE
09:00 – 11:45
Pengenalan dan pengoptimalan alat – alat laboratorium terhadap karyawan secara langsung
Pengenalan alat berupa teori dan praktek langsung
11:45  – 12:30
Sholat dan makan siang
Istirahat
12:30  – 14:50
Pendewasaan diri terhadap emosional karyawan
Kuliah I
15:00 – 16:00
Meningkatkan Semangat karyawan dalam bekerja
Kuliah II

SABTU
JAM
MATERI
METODE
09:00 – 11:50
Membangun sinergi antar karyawan tahap I
Out Bound I
12:00 – 13:00
Sholat dan Makan siang
Istirahat
13:00 – 15:00
Memberikan motivasi kepada karyawan
Out Bound II


MINGGU
JAM
MATERI
METODE
09:00 – 11:50
Membangun sinergi antara karyawan tahap II
Out Bound I
12:00 – 13:00
Sholat dan makan siang
Istirahat
13:00 -  15:00
Memberikan ruang kreativitas kepada karyawan
Teori dan out bound II

Tuesday, December 8, 2015

Fungsi Perencanaan & Pengoranisasian (Seleksi dan Penempatan Pelatihan dan Pengembangan)

Seleksi  dan penempatan meupakan fungsi batas dari sistem  calon tenaga kerja dinilai sejauh mana mereka memiliki ciri2 yang disyaratkan.Pengumpulan data  Secara mekanikal dan Secara klinikal
Proses
  pertama pencarian calon tenaga kerja
seleksi surat lamaran
wawancara awal
ujian, psikotes, wawancara
penilaian akhir
pemberitahuan dan wawancara akhir
penerimaan

Penempatan adalah suatu rekomendasi atau keputusan utk mendistribusikan para calon tenaga kerja pd pekerjaan yg berbeda-beda berdasarkan suatu dugaan tentang kemungkinan dari calon utk berhasil pd pekerjaan (Munandar, 2001).
Jika terjadi kesalahan penempatan (missplacement) maka perlu diaakan suatu progam penyesuaian kembali karyawan
       Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenaga kerja.
       Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga atau instansi pendidikan.
       Tujuan dari pelatihan dan pengembangan secara umum Meningkatkan produktivitas ,Meningkatkan mutu ,Meningkatkan ketetapan dalam perencanaan SDM,Meningkatkan semangat kerja ,Menarik dan menahan tenaga kerja ,Menjaga kesehatan dan keselamatan kerja ,Menghindari keusangan Menunjang pertumbuhan pribadi

Reinforcement Theories Teori ini menekankan bahwa orang termotivasi untuk melakukan atau menghindari perilaku karena adanya penguatan dan konsekuensi yang diberikan.
Social Learning Teori ini menekankan bahwa proses belajar diperoleh dari observasi orang lain yang kredibel dan berpengetahuan.
Goal Theory Teori ini memilik asumsi bahwa perilaku merupakan hasil dari niat (intention) dan tujuan (goals) seseorang.
Need Theories Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dasar trainee dan komunikasikan bagaimana training yang dilakukan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Information Processing Teori ini menekankan penekanan pada proses internal yang terjadi ketika training seperti persepsi, retensi (memori), encoding, dan retrieval
Transfer of Training
Transfer of training mengacu kepada apakah trainee dapat mengaplikasikan apa yang mereka dapatkan di dalam training secara efektif dan kontinu kedalam pekerjaannya.
Tujuan utama dari transfer of training adalah terjadinya Generalization dan Maintenance
      Generalization, yaitu kemampuan trainee untuk mengaplikasikan hasil dari training kedalam masalah dan situasi pekerjaan yang diperoleh.
      Maintenance, yaitu proses untuk melakukan secara terus-menerus kemampuan yang diperoleh dari training
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas Transfer of Training:
      Kondisi kerja, seperti tekanan waktu, peralatan yang kurang baik, dan budget yang tidak memadai
      Kurangnya dukungan peer
      Kurangnya dukungan manajemen
Evaluasi
Tujuan
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program,Menilai faktor yang berkontribusi terhadap proses pembelajaran dan konten pelatihan,Identifikasi trainee yang mendapatkan hasil tertinggi atau terendah dari program,Membantu program marketing dengan pengumpulan informasi dari partisipan,Menentukan keuntungan dan kerugian finansial program,Membangdingkan keuntungan dan kerugian traning vs. Nontraining,Membangdingkan keuntungan dan kerugian dengan program training lain
Untuk mengevaluasi program training, sebuah perusahaan harus mengidentifikasi hasil atau kriteria yang akan diperoleh dari program training.