Wednesday, April 29, 2015

HUBUNGAN ANTARA KLESEHATAN MENTAL DAN SPIRITUALITAS

istilah kesehatan mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti “kejiwaan”. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan atau gangguan mental baik berupa neurosis ataupun psikosis    Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana ia hidup. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di samping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain secara objektif.
Terdapat beberapa lingkungan sosial yang berpengaruh terhadap kesehatan mental:
1.  Stratifikasi sosial.
Stratifikasi sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, misalnya kaum minoritas memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami gangguan mental;
2.  Interaksi sosial.
Terdapat dua pandangan hubungan interaksi sosial dengan gangguan mental, yaitu: (1) teori psikodinamika mengemukakan bahwa orang yang mengalami gangguan emosional dapat berakibat kepada pengurangan interaksi sosial; (2) rendahnya interaksi sosial dapat menimbulkan adanya gangguan mental
3.  Keluarga
Keluarga yang lengkap dan fungsional serta mampu membentuk homeostatis akan dapat meningkatkan kesehatan mental para anggota keluarganya, dan kemungkinan dapat meningkatkan ketahanan para anggota keluarganya dari gangguan-gangguan mental dan ketidakstabilan emosional para anggotanya.
B.  Hubungan Kesehatan Mental dengan Spiritualitas

          Diperlukan kesadaran untuk selalu memelihara keseimbangan hidup melalui kedisplinan yang seimbang dalam kesehatan fisik, kesehatan emosi, kesehatan mental dan kesehatan spiritual. Hal ini sangat penting, karena kalau salah satunya terganggu, maka dapat mengganggu stabilitas energi dalam tubuh kita. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya kemampuan kreativitas dalam diri.

          Mengendalikan keseimbangan dalam kesehatan tubuh, emosi, mental, spiritual, dapat melahirkan energi yang mampu mengalahkan berbagai pengaruh negatif dalam diri. Mampu mengalahkan kemalasan mental, mengalahkan pengaruh negatif, sehingga dapat melahirkan pikiran positif dan kreatif.

DAFTAR PUSTAKA

Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
Santoso, J.E. 2007. The Art of Life Revolution. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Arifin S. B. (2008). Psikologi agama. Bandung: Pustaka Setia.

Fenomena depresi

Depresi kata yang sudah tidak asing lagi untuk didengar tua , muda bisa mengalami depresi,kadang masalah depresi sering disepelekan .apakah kalian tahu? depresi bisa berujung dengan kematian .Jika kita melihat latar belakang individu yang menderita depresi ialah salah satunya dari masalah pribadi; seperti masalah dengan keluarga, teman, lingkungan, tempat kerja, dsb; masalah dengan dirinya sendiri yanng merasa kurang percaya diri terhadap kemampuan mereka, ditambah lagi lingkungan sekitar mereka menuntut mereka untuk melakukan hal yang menurut mereka tidak bisa mereka lakukan, yang hasilnya mereka menyalahkan diri mereka sendiri yang tidak mampu mewujudkannya.
Teori Depresi
 Depresi menurut Phillip L. Rice (1992: 34) sebagai gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan, dan berperilakuan) seseorang.
Menurut Bandura bahwa depresi adalah disfungsi yang dapat terjadi dalam salah satu dari tiga subfungsi regulasi diri:
a.       Observasi diri, dimana orang dapat salah dalam menilai performa mereka sendiri atau mendistorsi ingatan mereka mengenai pencapaian di masa lalu.
b.      Proses penilaian, dimana orang-orang depresi lebih mungkin melakukan penilaian yang salah. Mereka menentukan standar yang tidak realistis dan sangat tinggi, sehingga pencapaian pribadi apapun akan dinilai sebagai kegagalan.
c.       Reaksi diri, point terakhir ini mengatakan bahwa reaksi diri orang-orang depresi cukup berbeda dari mereka yang tidak depresi.
ΓΌ  Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat, berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi.
Penyebab depresi antara lain
v  Genetic
v  Usia
v  Gender
v  Gaya hidup
v  Obat terlarang
v  Kepribadian
Kurang Kepercayaan diri, berfikir negative dan selalu merasa tertekan
Inilah penyebab depresi

Seseorang yang mengalami depresi juga memiliki gangguan antara lain yang paling fatal adalah bunuh diri dan gejala lainya yang lebih ringan seperti insomnia,gangguan pada pola makan ,pekerjaan berantakan pada hubungan uga bisa terganggu.

Berfikir positif ,percaya diri dan selalu bersyukur cara agar tidak mudah depresi

Daftar pustaka
Riyanti, B.P. Dwi, & Prabowo, Hendro. (1998). Seri Diktat Kuliah: Psikologi umum 2. Jakarta: Gunadarma
Feist, Jess, & Feist, Gregory J.. (2011). Teori kepribadian: Theories of personality. Jakarta: Salemba Humanika