istilah
kesehatan mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang
berarti “kejiwaan”. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan
atau gangguan mental baik berupa neurosis ataupun psikosis
Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri,
dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana ia hidup. Untuk dapat menyesuaikan
diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya sebagaimana adanya,
dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di samping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan
menilai orang lain secara objektif.
Terdapat
beberapa lingkungan sosial yang berpengaruh terhadap kesehatan mental:
1. Stratifikasi sosial.
Stratifikasi
sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, misalnya kaum minoritas
memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami gangguan mental;
2. Interaksi sosial.
Terdapat dua
pandangan hubungan interaksi sosial dengan gangguan mental, yaitu: (1) teori
psikodinamika mengemukakan bahwa orang yang mengalami gangguan emosional dapat
berakibat kepada pengurangan interaksi sosial; (2) rendahnya interaksi sosial
dapat menimbulkan adanya gangguan mental
3. Keluarga
Keluarga yang
lengkap dan fungsional serta mampu membentuk homeostatis akan dapat
meningkatkan kesehatan mental para anggota keluarganya, dan kemungkinan dapat
meningkatkan ketahanan para anggota keluarganya dari gangguan-gangguan mental
dan ketidakstabilan emosional para anggotanya.
B. Hubungan
Kesehatan Mental dengan Spiritualitas
Diperlukan
kesadaran untuk selalu memelihara keseimbangan hidup melalui kedisplinan yang
seimbang dalam kesehatan fisik, kesehatan emosi, kesehatan mental dan kesehatan
spiritual. Hal ini sangat penting, karena kalau salah satunya terganggu, maka
dapat mengganggu stabilitas energi dalam tubuh kita. Hal ini dapat
mengakibatkan terganggunya kemampuan kreativitas dalam diri.
Mengendalikan keseimbangan dalam kesehatan tubuh, emosi, mental, spiritual,
dapat melahirkan energi yang mampu mengalahkan berbagai pengaruh negatif dalam
diri. Mampu mengalahkan kemalasan mental, mengalahkan pengaruh negatif,
sehingga dapat melahirkan pikiran positif dan kreatif.
DAFTAR PUSTAKA
Semium,
Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
Santoso, J.E. 2007.
The Art of Life
Revolution. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo
Arifin
S. B. (2008). Psikologi agama. Bandung:
Pustaka Setia.
No comments:
Post a Comment