Tuesday, November 17, 2015



Bagaimana komentar mengenai kursi – kursi RS yang berimbas pada pemborosan kemudian          berimplikasi pada kemampuan finansial RS terkait. Pertimbangkan argumentasi anda dengan isu efisiensi operasional RS dan standar mutu pelayanan jasa kesehatan.

Mengapa kursi berimbas pada kemampuan finansial RS ?
            Yaitu karena mengapa kursi itu dibuat ratusan tidak dibuat puluhan saja ? Yang menyebabkan ini terjadi adalah karena layanan yang kurang efektif didalam RS sehingga membuat para pasien harus menunggu, menunggu bagi pasien merupakan suatu pemborosan sehingga mampu menurunkan produktivitas RS setidaknya dalam 1 jam melayani 50 pasien, akibat cacat ini maka hanya mampu melayani 25 pasien saja dan 25 pasien selanjutnya diletakan dijam berikutnya. Dari pada RS memberikan ratusan kursi lebih baik dialokasikan dengan mengantikan dengan membuat ruangan baru untuk dokter sehingga tidak akan terjadi pegantrian pasien. Mungkin ini bisa membengkakkan finansial RS tetapi jangka panjangnya akan menguntungkan RS tersebut. Karena finansial tersebut akan tertutup dengan bersamaan jumlah pasien yang meningkat sebab puas aka pelayanan yang lebih cepat. Berbeda dengan tetap adanya ratusan kursi tersebut yang hanya akan menjadi pelayanan semakin lama karena terjadi pengantrian pasien yang menyebabkan pasien akan berpindah dari RS tersebut ketempat pelayanan yang lebih baik.
            Contohnya saja seperti  RS sardjito sudah terkenal dengan pelayanan yang kurang baik dan sering terjadi penumpukan pasien, dan dari pelayanan yang kurang baik tersebut masyarakat banyak yang lebih memilih berobat ke RS panti rapih atau JIH yang pelayanannya lebih baik dan lebih cepat. Dari contoh tersebut sudah dapat terlihat RS sardjito yang dengan pelayanan buruk mengalami penurunan finansial karena banyak masyarakat yang tidak puas lalu berpindah ke RS lain (MAAF SEBUT MERK)


            Menurut saya Beberapa sumber masalahnya adalah pada service yang diberikan seperti kesalahan resep, penumpukan sample laboratorium sehingga harus menunggu hasil lab medis, pencarian medical equipment merupakan kesalahan dalam servis yang diberikan pada RS. Seharusnya Kursi yang memadai sangat dibutuhkan agar pengunjung terasa nyaman saat menunggu obat atau yang lainya dengan kursi yang memadai membuat RS terlihat semakin rapih tidak berantakan karena pengunjung yang berserakan duduk di lantai rumah sakit dan akan berkesan kumuh
            Perbedaan manajemen manufaktur dan manajemen RS yaitu dimana manajemen manufaktur hanya mencari laba atau sebuah keuntungan sedangkan manajemen RS bukan hanya menjual pelayanan bagi masyarakat tetapi juga menginginkan laba pula.


http://ilmusdm.wordpress.com/2103/11/13/apa-saja-pemborosan-dalam-industri-jasa-kesehatan/

Monday, November 9, 2015

job description


Perawat   Perawat adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kewenangan untuk memberikan asuhan keperawatan pada orang lain berdasarkan ilmu dan kiat yang dimilikinya dalam batas-batas kewenangan yang dimilikinya.  Tugas Perawat 1)     Care Giver Perawat harus : a) Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan significant dari klien. b)  Perawat menggunakan Nursing Process untuk mengidentifikasi diagnosa keperawatan, mulai dari masalah fisik (fisiologis) sampai masalah-nasalah psikologis c) Peran utamanya adalah memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat sesuai diagnosa masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai yang kompleks. 2)     Client Advocate Sebagai client advocate, perawat bertanggung jawab untuk membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya. Selain itu perawat harus mempertahankan dan melindungi hak-hak klien. Hal ini harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, leh karena itu perawat harus membela hak-hak klien. 3)     Conselor a)  Tugas utama perawat adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.b)  Adanya perubahan pola interaksi ini merupakan “Dasar” dalam merencanakan metoda untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya.c) Konseling diberikan kepada idividu/keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.d) Pemecahan masalah difokuskan pada; masalah keperawatan, mengubah perilaku hidup sehat (perubahan pola interaksi) 4)     Educator a) Peran ini dapat dilakukan kepada klien, keluarga, team kesehatan lain, baik secara spontan (sat interaksi) maupun formal (disiapkan). b) Tugas perawat adalah membantu klien mempertinggi pengetahuan dalam upaya meningkatkan kesehatan, gejala penyakit sesuai kondisi dan tindakan yang spesifik. c)   Dasar pelaksanaan peran adalah intervensi dalam NCP. 5)     Coordinator Peran perawat adalah mengarahkan, merencanakan, mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota team kesehatan. Karena klien menerima pelayanan dari banyak profesioanl, misal; pemenuhan nutrisi. Aspek yang harus diperhatikan adalah; jenisnya, jumlah, komposisi, persiapan, pengelolaan, cara memberikan, monitoring, motivasi, dedukasi dan sebagainya. 6)     Collaborator Dalam hal ini perawat bersama klien, keluarga, team kesehatan lain berupaya mengidentifikasi pelayanan kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat terhadap pelayanan yang dipelukan klien, pemberian dukungan, paduan keahlian dan keterampilan dari bebagai profesional pemberi pelayanan kesehatan. 7)     Consultan Elemen ini secara tidak langsung berkaitan dengan permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan keperawatan yang diberikan. Dengan peran ini dapat dikatakan perawatan adalah sumber informasi ang berkaitan dengan kondisi spesifik klien. 8)     Change Agent Element ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dalam berhubungan denan klien dan cara pemberian keperawatan kepada klien. Menurut Lokakarya Nasional tentang keperawatan tahun 1983, peran perawat untuk di Indonesia disepakati sebagai :       1)     Pelaksana Keperawatan Perawat bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan keperawatan dari yang sederhana sampai yang kompleks kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat. Ini adalah merupakan peran utama dari perawat, dimana perawat dapat memberikan asuha keperawatan yang profesional, menerapkan ilmu/teori, prinsip, konsep dan menguji kebenarannya dalam situasi yang nyata, apakah krieria profesi dapat ditampilkan dan sesuai dengan harapan penerima jasa keperawatan.       2)     Pengelola (Administrator) Sebagai administrator bukan berarti perawat harus berperan dalam kegiatan administratif secara umum. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang spesifik dalam sistem pelayanan kesekatan tetap bersatu dengan profesi lain dalam pelayanan kesehatan. Setiap tenaga kesehatan adalah anggota potensial dalam kelompoknya dan dapat mengatur, merancanankan,melaksanakan dan menilai tindakan yang diberikan , mengingat perawat merupakan anggota profesional yang paling lama bertemu dengan klien, maka perawat harus merencanakan, melaksanakan, dan mengatur berbagai alternatif terapi yang  harus diterima oleh klien. Tugas ini menuntut adanya kemampuan managerial yang handal dari perawat.       3)     Pendidik Perawat bertanggungjawab dalam hal pendidikan dan pengajaran ilmu keperawatan kepada klien, tenaga keperawatan maupun tenaga kesehatan lainnya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam keperawatan adalah aspek pendidikan, karena perubahan tingkah laku merupakan salah satu sasaran dari pelayanan keperawatan. Perawt harus bisa berperan sebagai pendidik bagi individu, keluarga, kelompo dan masyarakat.       4)     Peneliti Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembaharu (inovator) dalam ilmu keperawatan karena ia memiliki kreatifitas, inisiatif, cepat tanggap terhadap ragsangan dari lingkungannya. Kegiatan ini dapat diperoleh melalui penelitian. Penelitian, pada hakekatnya adalah melakukan evaluasi, mengukur kemampuan, menilai, dan mempertimbangkan sejauh mana efektifitas tindakan yang telah diberikan. Dengan hasil penelitian, perawat dapat mengerakkan orang lain untuk berbuat sesuatu yang baru berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan aspirasi individu, keluarga, kelompok atau masyarakat. Oleh karena itu perawat dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan, memanfaatkan media massa atau media informasi lain dari berbagai sumber. Selain itu perawat perlu melakukan penelitian dalam rangka; mengembangkan ilmu keperawatan dan meningkatkan praktek profesi keperawatan.     Polisi
 Tugas dan WewenangTugas pokok Kepolisin Negara Republik Indonesia adalah:
1.                 memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat;
2.                 menegakan hukum, dan
3.                 memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Polri melakukan:            




1.                 melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan;
2.                 menyelenggaran segala kegiatan dalam menjamin keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan;
3.                 membina masyarakat untuk meningkatkan parsipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan;
4.                 turut serta dalam pembinaan hukum nasional;
5.                 memelihara ketertiban dan menjamin keamanan umum;
6.                 melakukan koordinasi, pengawasan, dan pembinaan teknis terhadap kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan bentukbentuk pengamanan swakarsa;
7.                 melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya;
8.                 menyelenggarakan indentifiksi kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik dan psikologi kepolisian untuk kepentingn tugas kepolisian;
9.                 melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat, dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban dan/atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia;
10.            melayani kepentingan warga masyarakat untuk sementara sebelum ditangani oleh instansi dan/atau pihak yang berwenang;
11.            memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepentingan dalam lingkungan tugas kepolisian; serta
12.            melaksanakan tugas lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang dalam pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Agar dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian sebagaimana tersebut di atas dapat berjalan dengan baik, pelaksanaan tugasnya itu dapat dipatuhi, ditaati, dan dihormati oleh masyarakat dipatuhi dalam rangka penegakan hukum, maka oleh Undang-undang Polri diberi kewenangan secara umum yang cukup besar antara lain;1.                  menerima laporan dan/atau pengaduan;
2.                 membantu menyelesaikan perselisihan warga masyarakat yang dapat menggangu ketertiban umum;
3.                 mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyekit msyarakat;
4.                 mengawasi aliran yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa;
5.                 mengeluarkan peraturan kepolisian dalam lingkup kewenangan administratif kepolisian;
6.                 melaksanakan pemeriksaan khusus sebagai bagian dari tindakan kepolisian dalam rangka pencegahan;
7.                 melakukan tindakan pertama di tempat kejadian;
8.                 mengambil sidik jari dan identitas lainnya serta memotret seseorang;
9.                 mencari keterangan dan barang bukti;
10.            menyelenggarakan Pusat Informasi Kriminal Nasional;
11.            mengeluarkan surat izin dan/atau surat keterangan yang diperlukan dalam rangka pelayanan masyarakat;
12.            memberikan bantuan pengamanan dalam sidang dan pelaksanaan putusan pengadilan, kegiatan instansi lain, serta kegiatan msyarakat;
13.            menerima dan menyimpa barang temuan untuk sementara waktu.
    Dokter gigi Dokter Gigi


Tugas Pokok   :
Mengusahakan agar pelayanan kesehatan gigi dan mulut terlaksana dengan baik.

Fungsi      :
 Melaksanakan pengobatan kesehatan gigi dan mulut.

Kegiatan Pokok  :
1.   Melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut,yaitu :
  Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dasar umum, terdiri dari :
·         Premadikasi
·         Pencabutan gigi
·         Penambalan gigi
·         Perawatan syaraf gigi
·         Melaksanakan konsultasi gigi
·         Melaksanakan/menerima kasus-kasus emergency gigi/darurat.
2.   Membantu pelaksanaan kegiatan-kegiatan fungsi        manajemen
3.   Membuat rujukan pada pasien yang tidak dapat ditangani di Poliklinik
           4.    Memberi penyuluhan pada pasien tentang kesehatan gigi dan mulut terutama   pada Praja yang sakit.  

Monday, November 2, 2015

Psikologi management



Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Kaitannya dengan psikologi:
     ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.

      Organisasi ialah suatu kelompok org dlm suatu wadah untuk tujuan bersama.
      Organisasi (Industri)
      Dapat dipandang sbg suatu sistem terbuka
      Sistem dilingkupi  oleh suatu batas sistem
      Kelompok ialah sejumlah org yg berinteraksi satu dgn yg lainnya, secara psikologikal ada satu sama lain, dan mempersepsikan diri mereka sendiri sbg kelompok.
Ø Formal ,Diberi batasan
Ø Informal,Tidak di beri batasan

      Fungsi Manajemen,Perencanaan,
Pengorganisasian, Pengarahan, Pengawasan dan Pengendalian
      Sumber daya,Sumber Daya Manusia,Sumber Daya Informasi,Sumber Daya Fisik,Sumber Daya Keuangan, Sumber Daya Alam
Fungsi perencanaan Proses yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.

Fungsi pengorganisasian Proses yang menyangkut bagaimana strategi yang telah direncanakan dalam sebuah struktur organisasi yang tepat .

Fungsi pengarahan dan implementasi Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.


Fungsi pengawasan dan pengendalian Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, agar sesuai dengan target yang diharapkan walaupun nanti terjadi perubahan dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Komunikasi adalah proses pengiriman berita dari seseorang kepada orang lainnya.

Wednesday, April 29, 2015

HUBUNGAN ANTARA KLESEHATAN MENTAL DAN SPIRITUALITAS

istilah kesehatan mental diambil dari konsep mental hygiene, kata mental berasal dari bahasa Yunani yang berarti “kejiwaan”. Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari keluhan atau gangguan mental baik berupa neurosis ataupun psikosis    Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan masyarakat dimana ia hidup. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya sebagaimana adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Di samping itu, orang harus berusaha mengenal, memahami, dan menilai orang lain secara objektif.
Terdapat beberapa lingkungan sosial yang berpengaruh terhadap kesehatan mental:
1.  Stratifikasi sosial.
Stratifikasi sosial dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, misalnya kaum minoritas memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami gangguan mental;
2.  Interaksi sosial.
Terdapat dua pandangan hubungan interaksi sosial dengan gangguan mental, yaitu: (1) teori psikodinamika mengemukakan bahwa orang yang mengalami gangguan emosional dapat berakibat kepada pengurangan interaksi sosial; (2) rendahnya interaksi sosial dapat menimbulkan adanya gangguan mental
3.  Keluarga
Keluarga yang lengkap dan fungsional serta mampu membentuk homeostatis akan dapat meningkatkan kesehatan mental para anggota keluarganya, dan kemungkinan dapat meningkatkan ketahanan para anggota keluarganya dari gangguan-gangguan mental dan ketidakstabilan emosional para anggotanya.
B.  Hubungan Kesehatan Mental dengan Spiritualitas

          Diperlukan kesadaran untuk selalu memelihara keseimbangan hidup melalui kedisplinan yang seimbang dalam kesehatan fisik, kesehatan emosi, kesehatan mental dan kesehatan spiritual. Hal ini sangat penting, karena kalau salah satunya terganggu, maka dapat mengganggu stabilitas energi dalam tubuh kita. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya kemampuan kreativitas dalam diri.

          Mengendalikan keseimbangan dalam kesehatan tubuh, emosi, mental, spiritual, dapat melahirkan energi yang mampu mengalahkan berbagai pengaruh negatif dalam diri. Mampu mengalahkan kemalasan mental, mengalahkan pengaruh negatif, sehingga dapat melahirkan pikiran positif dan kreatif.

DAFTAR PUSTAKA

Semium, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisius
Santoso, J.E. 2007. The Art of Life Revolution. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo

Arifin S. B. (2008). Psikologi agama. Bandung: Pustaka Setia.

Fenomena depresi

Depresi kata yang sudah tidak asing lagi untuk didengar tua , muda bisa mengalami depresi,kadang masalah depresi sering disepelekan .apakah kalian tahu? depresi bisa berujung dengan kematian .Jika kita melihat latar belakang individu yang menderita depresi ialah salah satunya dari masalah pribadi; seperti masalah dengan keluarga, teman, lingkungan, tempat kerja, dsb; masalah dengan dirinya sendiri yanng merasa kurang percaya diri terhadap kemampuan mereka, ditambah lagi lingkungan sekitar mereka menuntut mereka untuk melakukan hal yang menurut mereka tidak bisa mereka lakukan, yang hasilnya mereka menyalahkan diri mereka sendiri yang tidak mampu mewujudkannya.
Teori Depresi
 Depresi menurut Phillip L. Rice (1992: 34) sebagai gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan, dan berperilakuan) seseorang.
Menurut Bandura bahwa depresi adalah disfungsi yang dapat terjadi dalam salah satu dari tiga subfungsi regulasi diri:
a.       Observasi diri, dimana orang dapat salah dalam menilai performa mereka sendiri atau mendistorsi ingatan mereka mengenai pencapaian di masa lalu.
b.      Proses penilaian, dimana orang-orang depresi lebih mungkin melakukan penilaian yang salah. Mereka menentukan standar yang tidak realistis dan sangat tinggi, sehingga pencapaian pribadi apapun akan dinilai sebagai kegagalan.
c.       Reaksi diri, point terakhir ini mengatakan bahwa reaksi diri orang-orang depresi cukup berbeda dari mereka yang tidak depresi.
ü  Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat, berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang bisa jatuh ke fase depresi.
Penyebab depresi antara lain
v  Genetic
v  Usia
v  Gender
v  Gaya hidup
v  Obat terlarang
v  Kepribadian
Kurang Kepercayaan diri, berfikir negative dan selalu merasa tertekan
Inilah penyebab depresi

Seseorang yang mengalami depresi juga memiliki gangguan antara lain yang paling fatal adalah bunuh diri dan gejala lainya yang lebih ringan seperti insomnia,gangguan pada pola makan ,pekerjaan berantakan pada hubungan uga bisa terganggu.

Berfikir positif ,percaya diri dan selalu bersyukur cara agar tidak mudah depresi

Daftar pustaka
Riyanti, B.P. Dwi, & Prabowo, Hendro. (1998). Seri Diktat Kuliah: Psikologi umum 2. Jakarta: Gunadarma
Feist, Jess, & Feist, Gregory J.. (2011). Teori kepribadian: Theories of personality. Jakarta: Salemba Humanika